Kali ini bloger asal Lamongan akan memberikan pendapatnya tentang buku "Mengenal Huruf melalui Makanan A-Z". Yuk, simak lebih lanjut di sini
Wednesday, July 4, 2018
Review Buku: Mengenal Angka Melalui Alat Transportasi
Saturday, February 10, 2018
Perlukah Balita Calistung
Mundur lagi ya
Tahun 2014
Di tahun ini adalah tahun saya mencari sekolah playgroup untuk anak pertama saya. Saya selalui kebinggungan dengan pertanyaan:
Langsung maju ke tahun...
Tahun 2017
Anak saya masuk SD. Lho katanya cerita tentang balita dan calistung kok cerita anak saya masuk SD. Sebentar, ini ada kaitannya lho. Sabar ya.
Lanjut yang tadi, anak saya masuk SD. Dan, buku SD itu bedaaaaaaa jauh dengan buku TK. Di sini tulisannya sudah banyak, bukan seperti buku SD saya yang satu halaman hanya bertuliskan "ini budi". Jika ingin melihat seperti apa buku SD sekarang, bisa download di Kemdikbud
Nah, sudah terjawab kan pertanyaan perlukah balita belajar calistung. Jawabnya perlu. Tapi, menurut saya walaupun perlu balita ataupun pendidikan usia dini tidak perlu dibebankan dengan sistem pembelajaran yang membosankan, karena dunia mereka adalah dunia bermain.
Ajari anak-anak mengenal angka, mengenal huruf, berhitung, menulis dengan cara bermain, dengan cara yang menyenangkan. Sehingga, mereka merasa nyaman saat berkenalan dengan dunia belajar. Jangan sampai mereka ketakutan untuk belajar.
Belajar membaca diawali dengan mengenal huruf dan angka, mengajarkan mereka dengan benda yang berawalan dengan huruf A dan seterusnya. Cari benda yang sering mereka temui. Misal:
Belajar menulis diawali dengan memperkuat jari-jari dan tangan terlebih dahulu dan tidak memaksa anak memegang pensil, namun membiarkan anak merasa nyaman memegang pensil. Memperkuat jari dan tangan, misalnya:
Tahun 2014
Di tahun ini adalah tahun saya mencari sekolah playgroup untuk anak pertama saya. Saya selalui kebinggungan dengan pertanyaan:
- Perlukah balita belajar calistung
- Perlukah anak usia dini belajar membaca
- Perlukah anak-anak menulis
- Perlukah balita belajar berhitung
Langsung maju ke tahun...
Tahun 2017
Anak saya masuk SD. Lho katanya cerita tentang balita dan calistung kok cerita anak saya masuk SD. Sebentar, ini ada kaitannya lho. Sabar ya.
Lanjut yang tadi, anak saya masuk SD. Dan, buku SD itu bedaaaaaaa jauh dengan buku TK. Di sini tulisannya sudah banyak, bukan seperti buku SD saya yang satu halaman hanya bertuliskan "ini budi". Jika ingin melihat seperti apa buku SD sekarang, bisa download di Kemdikbud
Nah, sudah terjawab kan pertanyaan perlukah balita belajar calistung. Jawabnya perlu. Tapi, menurut saya walaupun perlu balita ataupun pendidikan usia dini tidak perlu dibebankan dengan sistem pembelajaran yang membosankan, karena dunia mereka adalah dunia bermain.
Ajari anak-anak mengenal angka, mengenal huruf, berhitung, menulis dengan cara bermain, dengan cara yang menyenangkan. Sehingga, mereka merasa nyaman saat berkenalan dengan dunia belajar. Jangan sampai mereka ketakutan untuk belajar.
Belajar membaca diawali dengan mengenal huruf dan angka, mengajarkan mereka dengan benda yang berawalan dengan huruf A dan seterusnya. Cari benda yang sering mereka temui. Misal:
- A: apel, awan, ayam, anggur
- B: bola, buku, bebek, bintang
- C: cicak, coklat
Belajar menulis diawali dengan memperkuat jari-jari dan tangan terlebih dahulu dan tidak memaksa anak memegang pensil, namun membiarkan anak merasa nyaman memegang pensil. Memperkuat jari dan tangan, misalnya:
- Membuat bola-bola kertas (kertas A4 digenggam kuat hingga membembentuk bola)
- Memindahkan air dengan busa cuci piring dari satu wadah ke wadah lainnya
- Memindahkan jepit jemuran
- Memindahkan kerikil dengan pinset
Belajar berhitung diawali dengan menghitung benda yang ada di sekitar, misal:
- Menghitung boneka
- Menghitung mobil-mobilan
Bukankah bermain dan belajar itu menyenangkan.
Mencari TK di Surabaya
Mencari TK di Surabaya atau lebih tepatnya mencari playgroup di Surabaya.
Mundur dulu ya
Tahun 2013
Saya mencari sekolah kelompok bermain buat anak pertama saya. Awalnya saya hanya ingin sekolah non formal atau sekolah seni. Sekolah musik atau menggambar saja. Namun, sekolah yang saya cari tidak saya temukan. Kebanyakan sekolah menawarkan sekolah formal, jenjangnya playgroup atau TK. Hingga saya pun memutuskan untuk menyekolahkan anak saya tahun 2014 saja. Saya masukkan playgroup di usia 4th.
Tahun 2014
Ada beberapa sekolah playgroup yang saya incar:
Dari 7 sekolah yang saya sebutkan di atas, pilihan saya pun kembali saya kerucutkan berdasarkan:
1. Transportasi, kedekatan sekolah dengan rumah
2. Sistem Pendidikan:
Saya mengajak anak pertama saya berkunjung ke 4 playgroup yang kami incar. Yaitu, Playgroup Islam Terpadu At Taqwa dan 3 sekolah di dekat rumah. Pilihan anak saya jatuh pada At Taqwa, mungkin karena keramahan staf sekolah dan alat permainan yang banyak.
Tidak langsung menjatuhkan pilihan, saya dan suami masih bimbang. Akhirnya setelah mengetahui bahwa Playgroup At Taqwa menerapkan sistem Sentra dalam pengajaran, dan bukan klasikal, saya pun memutuskan untuk menyekolahkan anak saya pertama di At Taqwa.
BCCT adalah Beyond Center and Circle Time yaitu pembelajaran yang berfokus pada anak, proses pembelajarannya dengan pendekatan sentra main dalam lingkaran.
Tahun 2017
Anak saya lulus TK. Playgroup 1 tahun, TK 2 tahun. Yeeeee..... Saatnya masuk SD.
Mundur dulu ya
Tahun 2013
Saya mencari sekolah kelompok bermain buat anak pertama saya. Awalnya saya hanya ingin sekolah non formal atau sekolah seni. Sekolah musik atau menggambar saja. Namun, sekolah yang saya cari tidak saya temukan. Kebanyakan sekolah menawarkan sekolah formal, jenjangnya playgroup atau TK. Hingga saya pun memutuskan untuk menyekolahkan anak saya tahun 2014 saja. Saya masukkan playgroup di usia 4th.
Tahun 2014
Ada beberapa sekolah playgroup yang saya incar:
- Sekolah Alam (SAIM) Surabaya
- Sekolah Islam Al Falah
- Sekolah Islam At Taqwa
- Sekolah Muhammadiyah
- 3 sekolah di dekat rumah
Dari 7 sekolah yang saya sebutkan di atas, pilihan saya pun kembali saya kerucutkan berdasarkan:
1. Transportasi, kedekatan sekolah dengan rumah
2. Sistem Pendidikan:
- BCCT atau klasikal
- Bagaimana cara pengajaran sekolah terhadap Calistung, dengan cara bermain ataukah murni belajar
- Ada PR ataukah tidak
Saya mengajak anak pertama saya berkunjung ke 4 playgroup yang kami incar. Yaitu, Playgroup Islam Terpadu At Taqwa dan 3 sekolah di dekat rumah. Pilihan anak saya jatuh pada At Taqwa, mungkin karena keramahan staf sekolah dan alat permainan yang banyak.
Tidak langsung menjatuhkan pilihan, saya dan suami masih bimbang. Akhirnya setelah mengetahui bahwa Playgroup At Taqwa menerapkan sistem Sentra dalam pengajaran, dan bukan klasikal, saya pun memutuskan untuk menyekolahkan anak saya pertama di At Taqwa.
BCCT adalah Beyond Center and Circle Time yaitu pembelajaran yang berfokus pada anak, proses pembelajarannya dengan pendekatan sentra main dalam lingkaran.
Tahun 2017
Anak saya lulus TK. Playgroup 1 tahun, TK 2 tahun. Yeeeee..... Saatnya masuk SD.
Thursday, February 1, 2018
Buku Mengenal Huruf bagi Anak
Buku "Mengenal Huruf melalui Makanan A-Z" belajar mengenal huruf sekaligus mengenal makanan seluruh Indonesia.
Simak tulisan pada cover belakang
Buku belajar mengenal huruf diperuntukkan bagi anak-anak PAUD, Playgroup, TK atau untuk usia 3 hingga 6 tahun. Mengenal huruf A hingga Z dirancang menyenangkan dengan tema buah-buahan, sayur-sayuran, makanan dan minuman. Makanan terdiri dari makanan khas beberapa kota di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Juga terdapat makanan dari luar Indonesia.
Harga: Rp.48.000,-
Telah tersedia di toko Buku Gramedia atau bisa memesan online Gramedia
Simak tulisan pada cover belakang
Buku belajar mengenal huruf diperuntukkan bagi anak-anak PAUD, Playgroup, TK atau untuk usia 3 hingga 6 tahun. Mengenal huruf A hingga Z dirancang menyenangkan dengan tema buah-buahan, sayur-sayuran, makanan dan minuman. Makanan terdiri dari makanan khas beberapa kota di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Juga terdapat makanan dari luar Indonesia.
Harga: Rp.48.000,-
Telah tersedia di toko Buku Gramedia atau bisa memesan online Gramedia
Buku Mengenal Angka bagi Anak
Buku "Mengenal Angka melalui Alat Transportasi" selain mengajarkan angka, alat transportasi sekaligus juga mengenalkan lingkungan hidup yang sehat. Tentu saja disajikan dengan bahasa yang ringan dan sesuai untuk anak. Serta ilustrasi yang sangat menarik.
Simak tulisan di cover belakang.
Buku belajar mengenal angka diperuntukkan bagi anak-anak PAUD, Playgroup, TK atau untuk usia 3 hingga 6 tahun. Mengenal angka 1 hingga 20 dengan cara menyenangkan dengan tema alat transportasi dan konstruksi. Buku ini bukan sekadar mengenalkan anak-anak dengan alat transportasi dan konstruksi, tetapi juga mengenalkan lingkungan hidup yang sehat dan tidak sehat, termasuk mengenal polusi (darat, air, udara, suara) serta danpak terhadap lingkungan dan mengenal bencana alam yang diakibatkan oleh cuaca, banjir dan kebakaran.
Harga: Rp. 48.000,-
Telah tersedia di toko buku Gramedia atau pesan online Gramedia
Simak tulisan di cover belakang.
Buku belajar mengenal angka diperuntukkan bagi anak-anak PAUD, Playgroup, TK atau untuk usia 3 hingga 6 tahun. Mengenal angka 1 hingga 20 dengan cara menyenangkan dengan tema alat transportasi dan konstruksi. Buku ini bukan sekadar mengenalkan anak-anak dengan alat transportasi dan konstruksi, tetapi juga mengenalkan lingkungan hidup yang sehat dan tidak sehat, termasuk mengenal polusi (darat, air, udara, suara) serta danpak terhadap lingkungan dan mengenal bencana alam yang diakibatkan oleh cuaca, banjir dan kebakaran.
Harga: Rp. 48.000,-
Telah tersedia di toko buku Gramedia atau pesan online Gramedia
Catatan tentang Buku "I Love My Job"
Buku "I Love My Job - 25 Kisah Islami Mencintai Pekerjaan" terbit tahun 2016.
Namun, saya menulis "I Love My Job" mulai tahun 2008 hingga 2015, saya menulis, revisi, kirim.
Saya mulai mengirim ke penerbit A ditolak, lalu saya revisi
Saya pun kembali mengirim ke penerbit B ditolak, lalu saya revisi
Saya pun kembali mengirim ke penerbit C ditolak, lalu saya revisi
Saya tidak menyerah, saya terus mengirim ke penerbit D, masih ditolak, saya kembali revisi.
Saya berusaha tidak menyerah. Dan, Alhamdulillah diterima oleh penerbit Quanta (Elex Media Komputindo).
Tentu saja naskah tahun 2008 jauuuuuh berbeda dengan naskah tahun 2015. Saya sadar, kenapa naskah saya ditolak oleh penerbit A, B, C, dan D, karena naskah tersebut belum berbentuk seperti saat menjadi buku "I Love My Job"
Saya membayangkan, jika naskah saya ditolak 1 penerbit dan saya putus asa lalu membuang naskah. Tentu saja buku "I Love My Job" tidak akan pernah ada.
Jadi, jangan menyerah, terus berkarya.
Pesan online buku "I Love My Job" melalui Gramedia
Tuesday, September 12, 2017
Membuat Sosis Ayam Homemade
Sebagai seorang ibu, saya ingin memberikan makanan yang terbaik bagi anak-anak. Ketika anak-anak menyukai sosis, saya pun berpikir, bagaimana dengan kandungan pengawet, pewarna dan penyedap rasa di dalamnya. Saya pun berusaha untuk belajar membuat sosis ayam sendiri atau sosis ayam rumahan. Tentu saja, sosis tanpa bahan pengawet, sosis tanpa pewarna dan sosis tanpa penyedap rasa, atau sosis tanpa MSG. Alhamdulillah berhasil.
Kesulitan yang saya temui adalah ketika memasukkan adonan sosis, ada rongga yang tidak terisi. Hal ini bisa membuat sosis kempes saat dikukus. Kuncinya adalah adonan jangan terlalu padat sehingga bisa mudah masuk dalam casing sosis, dan kekuatan tangan saat memasukkan adonan.
Bungkus sosis atau casing sosis atau selongsong sosis ada 3 macam.
- Casing sosis plastik food grade, tidak bisa dimakan.
- Casing sosis selulosa dari tumbuhan, tidak bisa dimakan, terdapat sertifikat halal luar negeri, cek lebih lanjut di halal MUI tentang kehalalan selulosa
- Casing sosis kolagen dari hewan, bisa dimakan, cari yang halal.
Biasanya saya memakai casing sosis selulosa. Casing sosis bisa dibeli di shopee, bukalapak atau tokopedia.
Nah, ini dia resepnya.
Sosis Ayam Homemade
Bahan
500 gram daging ayam (resep asli 600 gram)
(100 ml air es) saya nggak pakai sering nggak punya air es
4 sdm tepung tapioka (boleh diganti tepung kanji/tepung sagu tani)
1 butir putih telur
secukupnya garam
Secukupnya merica
Secukupnya gula
Secukupnya bawang putih bubuk (saya pakai bawang putih biasa disangrai lalu diparut)
1 liter air es untuk merendam
Cara:
1. Campur ayam dan 100 ml air es, blender sampai benar-benar lembut. Ayamnya dipotong-potong kecil dulu ya. Beri jeda waktu saat blender supaya blender bisa istirahat dan tidak panas.
2. Campur dengan bahan lain. Aduk rata.
3. Masukkan dalam plastik segitiga (sebagai alat bantu untuk memasukkan ke dalam bungkus sosis)
4. Semprotkan ke dalam bungkus sosis. Sebelumnya bungkus sosisnya dipotong-potong dulu dan diikat salah satu ujungnya.
5. Satu bungkus harus penuh. Pastikan tidak ada udara dalam sosis, nanti sosisnya lubang di tengah. Pastikan semua terisi penuh. Setelah terisi semua ujung diikat rapat.
6. Kukus. Lama waktu ngukusnya tergantung jumlah air dan besarnya kompor. Maaf, saya selalu lupa tidak pernah cek berapa lama waktunya. Sekitar 30 - 45 menit.
7. Angkat. Dan langsung masukkan ke dalam wadah yang telah berisi air es. Diamkan beberapa menit hingga dingin. Angkat. Siap digoreng/ dibuat sup atau disimpan di frezzer.
Monday, March 13, 2017
Bola-bola Ikan Patin
Saya termasuk seorang ibu yang paling pusing urusan protein bagi anak ataupun protein bagi balita. Saya berusaha memberikan variasi makanan pada balita khususnya variasi protein bagi anak-anak. Sehingga, anak-anak bisa lebih kuat dan sehat.
Nah, ikan patin termasuk salah satu sumber protein bagi anak. Dalam 100 gram ikan patin mengandung 14,91 gram protein. Ini yang membuat saya jatuh cinta dengan ikan patin. Saya pun mengolah ikan patin untuk anak hingga menjadi olahan ikan patin untuk anak sehingga anak-anak gemar makan ikan.
Yuk, lihat resep olahan ikan patin untuk anak
Bola-bola Ikan Patin
Olahan Ikan untuk Balita
Anak-anak tidak pernah menolak makan ikan. Hanya saja, kalau makan ikan goreng agak lama. Gimana ya caranya supaya anak-anak lebih cepat makan. Saya terpikir mengolah ikan seperti bitterballen, dibuat bola-bola. Semoga anak-anak makannya lebih cepat dan lahap.
Bahan:
5 sdm tepung terigu
200 gram ikan patin
80 ml susu cair (uht)
1 sdm margarin
Bumbu:
1/4 sdt merica
1/4 sdt garam
Bahan pelapis:
Oat atau tepung roti secukupnya
Cara:
Buat adonan ikan
1. Kukus ikan patin.
2. Buat fillet ikan. Buang duri ikan.
3. Campur fillet ikan patin dengan garam dan merica.
4. Aduk rata, cek kembali. Pastikan tidak ada duri ikan yang tersisa.
Buat adonan tepung:
1. Tumis margarin dalam panci
2. Masukkan tepung terigu, aduk-aduk
3. Masukkan susu, aduk-aduk. Setelah tercampur, matikan kompor.
Buat bola-bola
1. Campur adonan ikan dan adonan tepung pada wadah ikan. Jangan pada panci ya, karena terlalu panas
2. Buat bola-bola
3. Gulingkan pada oat atau tepung roti. Tidak perlu melapisi dengan telur, karena adonan sudah lengket. Tapi, jika suka melapisi dengan telur, boleh ditambahkan.
4. Goreng dengan minyak banyak dan panas.
Alhamdulillah, anak-anak makannya lebih cepat dan lahap
Nugget Homemade Ayam Wortel
Nugget Homemade Ayam Wortel
Saya lebih senang membuat nugget sendiri, karena saya bisa memastikan bahan-bahan apa saja yang ada dalam nugget. Saya bisa memperbanyak ayamnya dan tentu saja tidak menggunakan penyedap rasa ataupun pengawet makanan. Jadi, membuat nugget sendiri insyaallah lebih sehat.
Bahan & Bumbu:
500 gram daging ayam filet, blender
3 buah wortel serut kasar
6 buah bawang putih, sangrai sebentar, parut atau haluskan
1 seledri, rajang halus
1 bawang pre, rajang halus
2 butir telur
2 sdm tepung maizena
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
4 sdm oatmeal havermut
5 sdm mayonaise
Untuk lapisan permukaannya:
2 butir telur, kocok lepas
tepung oatmeal havermut secukupnya
Cara:
1. Campur semua bahan & bumbu. Aduk sampai rata
2. Masukkan dalam loyang yang telah dilapisi kertas roti, jika tidak punya kertas, lapisi dengan sedikit margarin dan tepung terigu
3. Kukus 1 jam
4. Keluarkan dari kukusan
5. Diamkan 10 menit
6. Potong-potong
7. Lapisi dengan telur
8. Lapisi dengan oatmeal
Modifikasi dari resep: Nugget ayam JTT
Monday, July 4, 2016
Review Buku: I Love My Job
Wednesday, April 20, 2016
Buku - I Love My Job - Winarti
Judul: I Love My Job (25 Kisah Islami Mencintai Pekerjaan)
Penulis: Winarti
Jumlah halaman: 150 halaman
Harga: Rp. 44.800,-
Penerbit: Quanta Elex Media Komputindo
Pekerjaan seperti apakah yang sebenarnya kita inginkan? Benarkah pekerjaan kita yang salah, ataukah mungkin kitalah yang salah? Buku ini mengajak kita untuk lebih mencintai pekerjaan yang telah kita jalani melalui 25 kisah Islami di dalamnya. Mencoba memahami tentang arti rasa syukur, membenahi diri untuk bisa berpikir dan bertindak positif, senantiasa berupaya untuk selalu pantang menyerah dan bertanggung jawab, melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, memberikan pelayanan terbaik dan berusaha untuk meningkatkan diri dengan kreativitas dan inovasi.
Penulis: Winarti
Jumlah halaman: 150 halaman
Harga: Rp. 44.800,-
Penerbit: Quanta Elex Media Komputindo
Pekerjaan seperti apakah yang sebenarnya kita inginkan? Benarkah pekerjaan kita yang salah, ataukah mungkin kitalah yang salah? Buku ini mengajak kita untuk lebih mencintai pekerjaan yang telah kita jalani melalui 25 kisah Islami di dalamnya. Mencoba memahami tentang arti rasa syukur, membenahi diri untuk bisa berpikir dan bertindak positif, senantiasa berupaya untuk selalu pantang menyerah dan bertanggung jawab, melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, memberikan pelayanan terbaik dan berusaha untuk meningkatkan diri dengan kreativitas dan inovasi.
Wednesday, June 4, 2014
Cara Mudah Menjahit Cloth Diapers
Saya menularkan ide saya pada adik ipar saya tentang pemakaian popok kain dengan kain microfiber dan kain fleece dengan menggunakan popok tali. Dan, adik ipar saya mengembangkan ide tersebut dengan menjahitnya.
Menyatukan antara celana anak dengan kain fleece. Dan, karena celana sudah menyatu dengan kain fleece, tinggal kain microfiber saja yang dimasukkan ke dalam celana sebagai insert. Tidak perlu lagi menggunakan popok tali. Sehingga, cucian pun bisa berkurang. Yang semula sekali pipis harus cuci 4 kain (microfiber, fleece, popok tali dan celana) sekarang tinggal cuci 2 kain (celana yang menyatu dengan kain fleece dan microfiber)
Cara menjahit dan pemakaian:
1. Pada bagian dalam celana. Jahit sisi kanan kiri kain fleece dengan celana. Posisikan kain fleece yang lembut di bagian atas.
2. Sisi atas bawah jangan dijahit, karena akan digunakan sebagai keluar masuknya insert (microfiber).
3. Lipat microfiber menjadi tiga atau empat. Lalu, selipkan diantara celana dan kain fleece. Jadi, microfiber tidak perlu dijahit.
Jangan tergantung alat. Tidak ada mesin jahit, jahit tangan pun jadi. Selamat menjahit!
Berikut ini fotonya:
Baca tulisan tentang popok kain sebelumnya:
Cara Mudah dan Murah Membuat Cloth Diapers (Popok Kain) Tanpa Menjahit!
Menyatukan antara celana anak dengan kain fleece. Dan, karena celana sudah menyatu dengan kain fleece, tinggal kain microfiber saja yang dimasukkan ke dalam celana sebagai insert. Tidak perlu lagi menggunakan popok tali. Sehingga, cucian pun bisa berkurang. Yang semula sekali pipis harus cuci 4 kain (microfiber, fleece, popok tali dan celana) sekarang tinggal cuci 2 kain (celana yang menyatu dengan kain fleece dan microfiber)
Cara menjahit dan pemakaian:
1. Pada bagian dalam celana. Jahit sisi kanan kiri kain fleece dengan celana. Posisikan kain fleece yang lembut di bagian atas.
2. Sisi atas bawah jangan dijahit, karena akan digunakan sebagai keluar masuknya insert (microfiber).
3. Lipat microfiber menjadi tiga atau empat. Lalu, selipkan diantara celana dan kain fleece. Jadi, microfiber tidak perlu dijahit.
Jangan tergantung alat. Tidak ada mesin jahit, jahit tangan pun jadi. Selamat menjahit!
Berikut ini fotonya:
| Celana tampak dari sisi luar |
| Tampak sisi dalam |
| Celana + fleece yang terjahit + insert microfiber diselip di dalamnya. |
Baca tulisan tentang popok kain sebelumnya:
Cara Mudah dan Murah Membuat Cloth Diapers (Popok Kain) Tanpa Menjahit!
Sunday, April 27, 2014
Membuat Daftar Isi Otomatis di MS. Word 2007
1. Blok tulisan yang ingin ditampilkan dalam daftar isi, misal "bab I pendahuluan"
Pilih reference, add text, pilih level 1
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
2. Blok tulisan yang ingin ditampilkan dalam daftar isi, misal "I.1 pendahuluan subbab"
Pilih reference, add text, pilih level 2
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
3. Blok tulisan yang ingin ditampilkan dalam daftar isi, misal "I.1.a pendahuluan subsubbab"
Pilih reference, add text, pilih level 3
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
4. Masuk ke halaman daftar isi
Pilih reference, table of content, insert table of content
Pilih reference, add text, pilih level 1
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
2. Blok tulisan yang ingin ditampilkan dalam daftar isi, misal "I.1 pendahuluan subbab"
Pilih reference, add text, pilih level 2
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
3. Blok tulisan yang ingin ditampilkan dalam daftar isi, misal "I.1.a pendahuluan subsubbab"
Pilih reference, add text, pilih level 3
Ganti semua format sesuai keinginan, huruf, ketebalan, paragraf
4. Masuk ke halaman daftar isi
Pilih reference, table of content, insert table of content
Memecah Halaman pada Satu Dokumen di Ms Word 2007
1. Pada halaman pertama, buat halaman
Pilih insert, page number, pilih misal: bottom of page
2. Buat format penomoran
Pilih insert, page number, format page number
3. Letakkan krusor pada halaman yang ingin dibuat beda
Pilih page layout, break, section break, next page
4. Buat halaman
Pilih insert, page number, pilih misal: bottom of page
5. Baut format penomoran yang berbeda
Pilih insert, page number, format page number
Pilih insert, page number, pilih misal: bottom of page
2. Buat format penomoran
Pilih insert, page number, format page number
3. Letakkan krusor pada halaman yang ingin dibuat beda
Pilih page layout, break, section break, next page
4. Buat halaman
Pilih insert, page number, pilih misal: bottom of page
5. Baut format penomoran yang berbeda
Pilih insert, page number, format page number
Saturday, November 10, 2012
Sup Maraq
Bahan:
200 gr daging kambing beserta tulangnya
1 buah tomat buah, potong jadi 8
5 butir bawang merah, iris halus
1 butir kapulaga
3 cm jahe
1 butir cengkeh
1 butir bunga lawang (pekak)
1 liter air putih untuk merebus
Bumbu Halus:
5 siung bawang putih
1/2 sdt lada
1 cm kunyit
1 cm jahe
1/8 butir pala
1/4 sdt jintan hitam
1/2 sdt ketumbar
garam
minyak untuk menumis bumbu
Cara Membuat:
1. Rebus air hingga matang, masukkan daging beserta tulang
2. Tumis bumbu halus, masukkan bawang merah, angkat
3. Masukkan kapulaga, jahe, cengkeh, bunga lawang ke dalam rebusan daging
4. Masukkan bumbu halus
5. Terakhir masukkan tomat
6. Jika sudah matang, angkat dan sajikan.
Sup maraq berwarna kuning seperti soto, rasanya hmmmmm segar. Maaf fotonya tinggal tulang dan kuah, tomat dan dagingnya sudah habis duluan, kamera kehabisan baterai dan kabel entah sembunyi di mana, setelah kabel ditemukan, ternyata sup maraq tinggal kuah dan tulang saja hehe.
Pada resep asli tidak menggunakan bunga lawang dan jinten menggunakan jinten biasa bukan jinten hitam, hanya saja ingin menggunakan jintan hitam dan bunga lawang.
Sunday, June 17, 2012
Brokoli Kukus
Jika selama ini Anda sering mengkonsumsi brokoli sebagai salah satu bahan Cap Cay ataupun Sup, coba kukus brokoli. Dan, rasakan manisnya brokoli. Sebagai variasi, taburi brokoli kukus dengan keju cedar parut.
Cara pengukusan: didihkan air dalam panci kukusan. Setelah air mendidih, masukkan brokoli pada tempat kukusan. Tunggu beberapa menit, cek apakah brokoli sudah lunak. Segera angkat setelah brokoli lunak, jangan tunggu hingga berubah menjadi warna kuning. Brokoli kukus yang pas adalah saat brokoli berubah menjadi hijau segar dan lunak (bukan lembek)
Brokoli kukus bisa dijadikan snack (makanan selingan) untuk balita. Jadi tak harus makan snack dalam kemasan kan, yang alami jauh lebih enak, sehat dan bergizi.
Memilih brokoli mentah: pilihlah brokoli yang berwarna hijau tua, jangan pilih yang hijau segar atau hijau kekuning-kuningan, jangan pilih yang ada hitam-hitamnya.
Ingin tahu lebih lanjut tentang manfaat brokoli? baca di: wholesomebabyfood
Ingin tahu lebih lanjut tentang manfaat brokoli? baca di: wholesomebabyfood
Thursday, March 1, 2012
Kusebut Kau Perempuan Tanah
Alhamdulillah telah terbit Buku Kompulan Puisi "Kusebut Kau Perempuan Tanah"
Judul Buku: Kusebut Kau Perempuan Tanah (Sebuah Antologi Puisi)
Penulis: Indah Ip, Ken Fitria Indrawardani, Kunthi Hastorini, Winart
Harga: 30.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Bulan, Tahun Terbit:
Cetakan pertama: Februari, 2012
Cetakan kedua: April, 2012
Pemesanan melalui email
Apa Komentar Pembaca...
Puisi-puisi dari ‘rahim’ kreatif para penyair perempuan dalam antologi ini menggambarkan harapan, keagungan alam, doa, dan perhatian pada orang-orang tercinta dan Pencipta. Saya merasakan suasana khusyu’, ungkapan-ungkapan penuh kelembutan, dan cerita kasih sayang berhias ketulusan, dalam baris dan bait yang mereka tuliskan. Saya menelusuri kata, frasa dan kalimat-kalimat penuh metafora dalam puisi-puisi mereka, hingga saya menemukan puitika indah tertata dan gugusan makna di balik ekspresi kaum Hawa
(Yusri Fajar, Penyair dan Pengajar Sastra Fakultas Ilmu Budaya UB Malang)
=====================
"Kelembutan kasih yang dipancarkan oleh 4 penulis ini
dalam puisi-puisinya, tak pernah ada akhirnya,
sejak gadis hingga menjadi ibunda.
Yang membedakan adalah kemampuan bersetia pada sahaja yang semakin hari menjelma menjadi puisi yang semakin indah."
(Medy Loekito, Penyair)
Tuesday, February 14, 2012
Cara Mudah dan Murah Membuat Cloth Diapers (Popok Kain) Tanpa Menjahit!
Sebelum maraknya disposable diapers (popok sekali pakai semacam pampers, lebih lanjut akan disebut pospak) Orang tua. memakaikan anaknya popok kain. Seiring kemajuan jaman, kepraktisanlah yang dicari. Orang tua memakaikan anaknya pospak. Alhasil sampah pospak menumpuk.
Akhir-akhir ini, cloth diapers (popok kain) kembali digemari. Ada banyak alasan, antara lain:
1. Karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit
2. Bisa dicuci ulang dan dipakai berkali-kali
3. Tidak menimbulkan tumpukan sampah
Akhirnya, saya pun ikut tertarik memakaikan popok kain pada anak saya. Mencari popok kain di internet. Popok kain versi lokal dengan harga kisaran 70rb s/d 200rb. Popok kain import dengan harga kisaran 100rb s/d 500rb. Wah, ternyata mahal ya. Namun, coba bandingkan dengan pemakaian pospak. Berapa kali dalam sehari anak membutuhkan pospak? 6 bahkan kadang 8. Untuk itu, saya membeli 2 popok kain lokal. 1 berbahan kain fleece yang lembut namun cukup tebal. 1 lagi berbahan kain poliester yang dilapisi dengan PUL (Polyurethane Laminated). Masing-masing popok kain tersebut terdiri dari 2 bagian. 1 bagian seperti celana ataupun pospak yang biasa disebut cover diapers. 1 bagian lagi terdiri dari lapisan dalam (insert) yang terbuat dari bahan kain microfiber.
Ternyata si Nduk lebih nyaman saat menggunakan popok kain dengan bahan kain fleece. Pikir saya waktu itu, seharusnya saya bisa membuat popok kain sendiri. Yang terpenting adalah saya mendapatkan kain fleece dan kain microfiber.
Alhamdulillah, sepulang kantor, suami saya membelikan kain microfiber dari Supermarket besar. 5 lembar kain microfiber seharga 20rb. Berukuran 33x40cm. Menurut suami saya, kain tersebut ada di bagian perangkat bersih-bersih mobil. Ya, mungkin kain microfiber tersebut digunakan untuk mencuci mobil karena memiliki daya serap yang sangat tinggi. Saya pun mencoba memasukkan kain microfiber tersebut ke dalam gelas air mineral. Semua airnya terserap.
Setelah mendapatkan kain microfiber. Saya pun mencari kain fleece. Seharusnya kain ini ada di Songoyudan ataupun Slompretan. Saya tinggal di Surabaya. Sayangnya, saya belum memungkinkan untuk pergi ke sana. Saya pun mencari kain fleece di internet. Alhamdulillah, saya mendapatkan kain fleece lumayan mahal sih, tapi tak apalah. 1 lembar kain fleece berukuran 33x15cm, seharga 5rb.
Cara pemakaian kain-kain ini untuk popok pun sangat mudah:
1. Lapis 3 paling bawah: popok tali
2. Lapis 2 tengah: kain microfiber dilipat jadi 3
3. Lapis 1 paling atas: kain fleece yang lembut dibagian atas
4. Pakaikan pada anak, seperti cara memakai pospak. Talikan popok tali.
5. Pakaikan celana pendek atau celana panjang
Dijamin cuciannya banyak hehe.
Yang terpenting anak nyaman. Bumi pun aman dari sampah pospak. Oh iya daya serapnya hanya 1x pipis. Tapi bagi saya tidak menjadi masalah yang terpenting anak tahu kalau dia pipis, karena akan terasa basah dan tidak nyaman. Karena tidak sekering saat menggunakan pospak. Dan yang terpenting lagi pipis tidak meluber ke mana-mana.
Jadi, popok kain tidak harus mahal kan :) Coba dihitung untuk satu lembar popok kain:
1. Kain microfiber = 20.000 : 5 = 4000
2. Kain fleece = 5000
3. Popok tali = 50.000 : 12 = 4200
4. Celana pop (kodok) = 5000
4000 + 5000 + 4200 + 5000 = 18.200
Popok kain yang telah dibuat seharga 18rb tersebut bisa dicuci dan digunakan berulang-ulang. Bandingkan dengan pembelian pospak 20rb berisi 10 pospak. Wuih! Belum lagi sampahnya. Wuih!
Selamat mencuci :)
Tambahan:
1. Mei 2014. Kain microfiber saya temukan banyak di Giant. Dulu saya beli di Carefour. Yang mau berburu kain microfiber bisa ke Giant.
2. Sebenarnya tidak harus memakai kain fleece, bisa diganti dengan kain yang lembut dan nyaman untuk dipakai celana dalam anak, pakai kain kaos lembut pun tidak masalah. Yang penting microfiber tidak langsung bersentuhan dengan kulit anak terlalu lama, karena kain microfiber jika terlalu lama cenderung kasar.
3. Adik ipar saya menyatukan (menjahit) celana kaos dengan kain fleece sehingga bisa lebih hemat untuk urusan cuci-cuci. Kalau cara saya tanpa menjahit popok, diperlukan 4 kain saat anak memakai popok, jadi cuci-cucinya ya 4 kain x pipis. Kebayang kan betapa banyaknya cucian saya hehe. Tapi, kalau cara adik ipar saya hanya dibutuhkan 2 kain saja. Baca selengkapnya di Cara Mudah Menjahit Cloth Diapers
Bahan Cloth Diapers Tanpa Menjahit:
Cara Pemakaian Cloth Diapers:
Tambahan:
1. Mei 2014. Kain microfiber saya temukan banyak di Giant. Dulu saya beli di Carefour. Yang mau berburu kain microfiber bisa ke Giant.
2. Sebenarnya tidak harus memakai kain fleece, bisa diganti dengan kain yang lembut dan nyaman untuk dipakai celana dalam anak, pakai kain kaos lembut pun tidak masalah. Yang penting microfiber tidak langsung bersentuhan dengan kulit anak terlalu lama, karena kain microfiber jika terlalu lama cenderung kasar.
3. Adik ipar saya menyatukan (menjahit) celana kaos dengan kain fleece sehingga bisa lebih hemat untuk urusan cuci-cuci. Kalau cara saya tanpa menjahit popok, diperlukan 4 kain saat anak memakai popok, jadi cuci-cucinya ya 4 kain x pipis. Kebayang kan betapa banyaknya cucian saya hehe. Tapi, kalau cara adik ipar saya hanya dibutuhkan 2 kain saja. Baca selengkapnya di Cara Mudah Menjahit Cloth Diapers
Bahan Cloth Diapers Tanpa Menjahit:
| Kain microfiber |
celana
|
| Popok Tali + Kain microfiber Sebelum digunakan lipat jadi tiga kain microfiber |
| Popok tali + kain microfiber + kain fleece |
| Siap digunakan |
| Talikan popok tali |
| Pakaikan celana agar lebih rapat. SELESAI |
Sup Spagheti Berempah
Sup Spagheti Berempah (20+)
Bahan:
4 batang spaghetti, rebus 10 menit + setetes minyak, tiriskan
1/2 gelas air putih secukupnya, ukuran boleh lebih sesukanya saja
1 sdt minyak untuk menumis
Sayuran:
2 kuntum brokoli, potong
1 sdm kacang polong
5 cm wortel, potong panjang tipis
Rempah:
1 bawang putih, potong kecil-kecil
1 ruas kecil kunyit, geprek
1 lembar kecil daun jeruk, sobek-sobek
2 lembar kecil daun kemangi, sobek-sobek
sejumput jahe bubuk (dikiiit banget)
sejumput merica bubuk (dikiiit banget)
Cara:
1. Tumis bawang putih dengan minyak
2. Masukkan kunyit, masukkan spaghetti, tumis
3. Masukkan sayuran, tumis
4. Tambahkan air putih, didihkan
5. Masukkan bumbu
6. Siap untuk disajikan
Subscribe to:
Posts (Atom)



















